Rabu, 28 Januari 2015

Penantian yang berakhir

Sudah lama aku menanti mu
Sudah lama aku menunggu
Sudah lama aku bersikeras untuk berjuang
Sudah lama aku untuk bertahan karna mu

Tapi apa daya
Jika tangan tak sampai

Sampai kapan aku terus berjuang untuk mu?
Dimana kamu? Melihat ku saja kau tidak bisa?
Menghargai ku saja kau tidak mau?
Untuk apa aku memperjuangkan perasaan ini
Dan selama ini

Entahlah perasaan ini 
Tak terbalaskan oleh mu
Sangatlah sakit untuk dibayangkan
Sesak untuk dirasakan

Aku sudah lelah dengan sikapmu
Sikapmu yang ego
Sikapmu yang tidak peduli
Sikapmu yang tidak menghargai
Sikapmu yang tidak dimengerti

Sudah cukup
Untuk sepersekian waktu 
Yang aku luangkan untuk mu

Bagimu
Aku ini hanyalah boneka yang lugu
Boneka yang tidak bisa apa-apa
Boneka yang tidak punya perasaan
Yang tidak dianggap kehadirannya
Yang hanya bisa dipermainkan

Hingga akhirnya aku memutuskan
Untuk mengakhiri perjuangan ini

Mungkin diwaktu ini kita tidak bisa bersatu
Karena Kau yang masih buta
dengan lingkungan sekitarmu

Ya. Jika nanti akan adanya mukjizat dan takdir yang akan mempertemukan kita kembali
Aku sangatlah bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan
Tuhan lah yang akan mengatur semua keadaan masa depan nantinya
Kita sebagai umatnya tidak pernah tahu kehendaknya sekalipun
Aku Yakin Itu

Untuk terakhir kalinya
Terima kasih kau sudah pernah hadir
dan menjadi bagian kisah cerita hidupku

Sudahi Perih ini ..
Memulai lembaran baru
dengan kisahku yang baru
Membuatku lebih baik dan bahagia
Dan juga untukmu




Selasa, 27 Januari 2015

What the hell ?

Kau...

Sangatlah sulit untuk digapai,
Sangatlah sulit untuk dilihat lebih dekat.

~~what the hell :D~~

Mudah sekali orang jatuh cinta kepada orang yang tidak tepat.
Apalagi suka kepada orang yang seperti dirimu yang cenderung arogan, bersikap dingin ke setiap orang, ramah sekedar ala kadarnya, bercanda hanya ke beberapa orang.

Kadang, ketika kita sedang suka kepada seseorang pasti mengelak untuk mengatakan "TIDAK SUKA" ke orang lain. Padahal dalam hati memberontak kalau yang kalian katakan itu adalah hanya ego belaka kalian. Yap, itulah sebuah perasaan yang bimbang di angan-angan. Menunggu seseorang yang tidak pasti kita dapat. Rasanya itu sesak jika dibayangkan.

Dan ketika kita saling bertemu, pasti kita saling tidak bertegur sapa, ataupun menoleh untuk senyum melainkan kita malah melakukan yang sebaliknya. Yaitu jalan terus kedepan, tanpa menoleh ataupun melihat , memandang satu sama lain. Setelah itu pasti kalian merasakan adanya penyesalan yang terlambat. Entahlah mungkin hanya fakta belaka -_-

Perasaan suka memang datang secara tiba-tiba. Secara tidak sadar kadang-kadang perasaan itu hadir didalam hati kita. Ya, hanya perasaan hati kita yang mengetahui hal itu. Kadang juga otak ataupun mulut tidak bisa sinkron dengan hati. Misalnya saja kita berbicara ke teman kita "ah apaan si, gue engga suka tau sama dia" padahal dalam hati mah "bbiiiippppppp" --> pasti tau dong maksudnya apa.

~Jadi kebahas 2 kali deh , hihihihi~


Jangan galau-galau dengan masalah itu ya :p


Walau kadang gue juga ngerasain begitu,wwkwkwk #abaikan

Kamis, 22 Januari 2015

about Cinta

Apa itu cinta?

Cinta sangatlah sulit untuk diartikan. Banyak orang yang beranggapan kalau Cinta itu tumbuh dengan sendirinya. Cinta itu buta. Entahlah aku sendiri tidak mengetahui yang pasti arti Cinta sebenarnya.
"aku bijak, hahaahaha:D

Ya, sudah banyak kisah cerita cinta yang aku ketahui. Dari mulai mendengarkan teman bercerita alias curhat, membaca novel, dan sebagainya.

Mungkin kalau di dunia novel si penulis akan membuat kisah cintanya itu seromantis mungkin, dan ujung-ujungnya pasti happy ending. Yaiyalah,hellow, Coba deh kalau ceritanya sad ending pasti para readers protes. -_- sedihnya.hiks, hueee lebay :p

Tapi ini Real dunia nyata loh, kita engga tau cinta kita didunia ini berujung sampai mana. Dan cerita terakhirnya seperti apa. Mungkin kalau di novel-novel si penulis akan bisa mengubah-ngubah jalan ceritanya. Tapi kalau di dunia nyata, memangnya bisa? What the hell? Hanya takdir Tuhan lah yang tau.

Untuk itu, kalian jangan meremehkan arti sebuah cinta ya. Apalagi mempermainkannya. Huh-_- sangatlah tidak tidak tidak tidak. Say NO about it! Oke.
Cintai dengan sungguh-sungguh ke orang yang kamu cintai :)
terutama Tuhan yang menciptakan kalian, pasti CINTA-NYA pake BGT kan.... terus Orang tua, keluarga tercinta, para sahabat, teman, dan lainnya {()}
Jagalah Cinta mereka. Jangan pernah menyakitinya. Karena kalau sudah terluka dan membekas. Pasti akan selalu teringat dibenaknya sampai kapanpun....


LOVE LOVE LOVE LOVE LOVE LOVE LOVE

Selasa, 11 Maret 2014

Kau Pujaan hatiku

Di Kantin sekolah Candy dengan salah seorang sahabatnya Rani, sedang istirahat dan memakan bekal yang mereka bawa yang sudah dibuat dari rumah. Yah, mereka sudah terbiasa dengan itu. Karena mereka pikir, makanan rumah lebih baik dari yang lain. *hehehe,katanya si begitu*. Disaat mereka sedang menikmati makanan itu, tiba-tiba Candy yang sedang asyik menikmati jadi kandas dengan kesal karena diperlakukan oleh seorang temannya yang tidak baik di depan temen-temennya.
Candy : What? Apa-apaan ni, Siapa ni yang berani ngelakuin ini semua ke gue (marah yang membara,karena abis kena siraman air)
Clara : Gue? Kenapa? Masalah buat “L” (balasnya dengan muka yang sengit nantangin)
Candy : Emangnya gue punya salah apaan si sama lo. Ish sebegitunya kesel lo sama gue? (tanyanya dengan nada tinggi)
Clara : Lo mau tau, salah lo itu dimana? Hah? Tengil tau enggak lo? Jangan sok belagu deh, baru juga anak baru disini, jadi sok-sok-an deketin pangeran gue. (jawabnya)
Candy : Hahhhhh? Deketin pangeran lo? Emang pangeran lo siapa si? (Tanyanya lagi)
Clara : Enggak usah pura-pura enggak tau deh lo. Halah basi tau gak. Siapa lagi kalau bukan Rendi.  
Candy : Rendi? Rendi yang songong itu maksud lo?
Clara : Gue ingetin ya sama lo. Jangan deket-deket deh sama dia, jangan keganjenan.
Rani : Eh lo, Yang ada yang keganjenan itu lo bukan sahabat gue Candy Keles. Mirror dikit kali. WEW. Apa perlu gue tunjukin? Hah?
Clara : DIEM lo!! Enggak usah ikut-ikutan. Gue gak punya urusan sama cewe cupu kaya lo.
Candy : Wei,wei,wei…. Berani ngatain sahabat gue lo! Lo boleh kesel sama gue. Tapi jangan ngatain sahabat gue dong.
Clara : Yaudhlah ya, Gak punya urusan sama dia. OKE Inget apa yang gue bilang tadi. Awas Lo.!
Genk Clara dan temen-temennya langsung pergi. Dilain sisi Candy dan Rani segera ke kamar mandi, membersihkan dan mengeringkan pakaian seragamnya itu. Rani yang setia selalu menemani Candy. Rani yang selalu mencibir sendiri dengan ngomel-ngomel.
Rani : Candy gue jadi bingung deh sama ,aduhh genk-genknya si Nenek Sihir itu.
Candy : Siapa? Clara,maksudnya?
Rani : Iyalah, siapa lagi? Sebenernya maunya dia apa si?
Candy : Ehem, gue juga gak tau apa yang dia mau. Yang pasti si, gue gak mau ngeladenin mereka. Haduhh, kurang kerjaan banget gue.
Rani : Tapi ya, lu itu harusnya jangan diem aja digituin terus sama mereka.
Candy : Udahlah, kan gue udah bilang males ngeladenin mereka. Aduh apalagi si Cowo Songong itu.
Rani : Rendi? Gila lu, nyia-nyiain pas lagi deket sama dia. Udah tau dia keren begitu, Cute tau.OMG.
Candy : hahahah :D, Aduh cute darimana si? Lu liat dong, cowo rese yang setiap ketemu sama   gue. Songongnya minta ampun. Ewh, males banget gue deket-deket sama dia,
Rani : Husss, Eit,Eit. Kena karma lu… Hayooo.. nanti siapa tau lu sama dia saling suka, Nah lo.
Candy : Gak mungkin lah. Ish Apa banget, NONONONO.
Rani : Haihahah :D iya udah,yaudh yaudah. Yuk ah, ke kelas.
Candy : Yukkkkkk. :D

Bel berdering. Krriiiinggggg.!!!!  Tanda pelajaran selanjutnya. Rani dan Candy langsung masuk kelas dan mengikuti belajar mengajar selanjutnya. Di kelas Candy sudah tidak asing dengan ke isengannya Rendi. Itu lohh yang dibilang pangerannya “CLARA” A to the peng banget ya kayanya dia.wkwk:D.
Rendi ; Eh lo, darimana aja si? Gue cariin juga?
Candy : Apa? Lo nyariiin gue, emangnya mau ngapain?
Rendi : ENggak. Gue Cuma mau nyuruh lo doang ngerjain tugas gue abis pulang sekolah nanti.
Candy : Hah? Lo kira gue pembantu lo apa? Emangnya lo gak punya ini ni. (sambil menunjukan ke otak)
Rendi : EH llu, berani ya sama gue. Udah numpang dirumah gue, berarti lu juga harus mau jadi pembantu gue?
Candy : Terusssssssss? Apa gue mesti,kudu,wajib bilang sama lu kalau lu itu cowo rese dan songong yang gak mandiri. Kaya anak mami.
Rendi : Eiii, kok lo nyolot.
Candy : Kenapa, Masalah buat lo?
Ibu Fara : Hey kalian berdua,!
Candy dan Rendi : Saya bu. (serempak)
Ibu Fara : Iya kalian. Ibu sedang menjelaskan di depan, tapi kalian malah ribut sendiri, apa yang kalian bicarakan? Penting, sampai-sampai dijam pelajaran ibu kalian ngobrol sendiri.
Candy : EMmm, enggak bu, enggak, dia duluan tuh bu Yang mulai
Rendi : Loh kok gue, enak banget lo ngomong..
Ibu Fara : Sudah-sudah. Kalian jangan berisik, mendingan Kalian keluar kelas bersihkan seluruh halaman sekolah. Sapu sampai bersih, itu hukuman buat kalian berdua. Lakukan ,segera!
Candy dan Rendi : Yah, bu bu. Kok gitu si? Argghttt.

Segera mereka keluar dengan tampang kesal dan marah. Candy yang menerimanya segera mengerjakannya dengan ikhlas tanpa beban. Walau sebenarnya ini semua bukan salah Candy. Rendi yang selalu bertingkah, yang selalu membuat Candy punya masalah di sekolah. Dengan tampang tak bersalah Rendi yang daritadi tidak mengerjakannya hanya mondar-mandir melihat Candy, Kemudian Candy menegor.
Candy : EH woi. Ini hukuman buat lo sama gue? Kenapa yang ngerjain Cuma gue.
Rendi : Iya kan emang sepantesnya begitu. Lu kan jadi pembantu gue. Jadi lu yang harus ngerjain ini semua.
Candy : Ish, lo itu ya jadi cowo punya mulut enggak di sekolahin apa, Jaga tuh mulut lo.
Rendi : EMm, masa yaa? Enggak ah, emang bener. Emang kenyataanya begitu.
Candy lalu diam. Tidak mau meladeni orang yang enggak jelas itu. Tiba-tiba Clara datang, menghampiri mereka berdua.
Clara : Elo lagi, elo lagi. Sebenernya apa yang lo mau dari Rendi si? Kayanya lo itu cari masalah mulu sama Rendi. Penyebab masalah tau gak lu.
Candy : Oh iya? Gitu ya? Penting banget gitu gue cari masalah sama lu. Kayanya kebalik deh, yang ada lo yang cari masalah terus ke gue.
Clara : Halah. Gak usah jaim deh lu. Ni akibatnya klo lo berusaha deketin Rendi “sambil mendorong Candy”

Candy tiba-tiba langsung jatuh. Tanpa terkendali, kepala Candy terbentur dengan lantai. Lukanya berdarah di kepala Candy. Candy pingsan. Tanpa basa-basi Rendi yang ada disitu segera membawa Candy ke UKS.
Rendi : EH lu Clara, enggak usah ngejahatin Candy terus ya lo. Udah cukup tau enggak.

Clara yang terdiam dan heran melihat sikap Rendi barusan, yang membela Candy. Karena Clara tau. Enggak mungkin kalau Candy itu tipe cewe yang Rendi suka. Clara marah-marah sendiri.
Rendi : Aduh cewe yang gak tau diri. Bangun Kali. Masa Cuma begitu doang lo pingsan si, Ah gak pantes banget dengan tampang kaya lo yang kuat ini. Gue kira lu Kuat ternyata cemen juga.

*Rendi yang daritadi menemani Candy di UKS yang pingsan tanpa sadar. Rendi mencibir sendiri. Dan melihat Candy yang pingsan itu.
Rendi : Ternya kalau diliat-liat juga. Kalau lu anteng gini, gak bawel, cantik juga ya lu.
*Tiba-tiba Candy sadar. Dan bangun.
Candy : Hayo, mau ngapain lu? Gak usah sandiwara deh lu. Sok baek sama gue. Pasti ada maunya kan lu? Aduhh, Gak usah sok muji juga. Emang gue cantik udah lama keles. Lo nya aja    yang gak tau.
Rendi : woooo. Enggak usah sok kepedean deh lo. Ish, siapa juga yang bilang lu cantik. Ogah.Bukannya berterimakasih gitu sama gue, malah di cerewetin. Dasar cewe Bawel.
Candy : Udah lu sono. Jangan cari kesempatan deh. SOno ah, keluar.
Rendi : ishhh, dasar. Bukan tipe gue lu,.
*Rendi langsung meninggalkan Candy di UKS.
Candy : hahahah :D huuu, dasar cowo rese+nyebelin. Mau aja lu tipu :p. Kalau gue pikir-pikir ternyata dia baik juga. Walau kadang suka songong sama gue. OMG, ngomong apa si gue. Udah ah, kenapa jadi ngomongin itu.

*Tiba-tiba Rani datang menjenguk Candy di UKS.
Rani : Candy, lu gak kenapa-napa?
Candy : Enggak kok, Enggak apa-apa. Tenang aja.
Rani : alhamdulilah kalau gitu. Eh btw tadi yang nolongin Rendi ya.
Candy : Hem, iya, emang kenapa?
Rani : Nah lo, awas lu, ada benih-benih suka loh,wkwk:D
Candy : Ish, apa si lu, enggak ah. Udah-udah. Bantuin gue yuk. Pulang.
Rani : Yaudh yuk pulang. Gue juga juga bawain tas lu ni.
Candy : Okedeh yukk.

*Segera Candy dan Rani pulang. Yaaa, dijalan mereka dihalangi oleh Genknya Clara.
Candy : Aduh Ran, ngapain lagi si ni orang.
Rani : Gak tau gue juga Can. Udahlah diemin aja.
Clara : WOI. Lancang lo ya, udah makin Parah, tingkat dewa cari masalah sama gue. Udah bisa lo ya, cari perhatian sama Rendi.  Harus berapa kali gue bilang sama lu, Jauhin Rendi, gak usah deket-deket.
Candy : Hel to the Low Clara. Gue kasih tau ya sama lu. Rendi itu enggak suka sama cewek kecentilan kaya lu. Ngerti lu.! Udah lah gue males buat ngurusin masalah beginian. BYE!
Clara : Eh lo. Gue lagi ngomong ini. ARghtt. Ngeselin banget si lo.!!

*Tanpa menghiraukan omongan si Clara. Candy dan Rani segera pulang. Sesampainya di rumah. Candy langsung ke kamar , menghela nafas panjang. Karena masalah-masalah yang barusan dia alamin di sekolahnya itu.
Candy : Ya ampun, kenapa gue mesti tinggal disini. Kenapa juga gue mesti satu sekolahan  dengan nenek sihir. Baru juga seminggu. Berasa udah gak kuat. Tapi makin lama-makin lama gue juga mau kenal Rendi. Loh kok gue jadi mikirin dia si. Ah, tapi gue juga pengen cepet-cepet pergi dari lingkungan sini. Yaudhlah kita serahkan semua ini sama yang diatas.

*Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar Candy. Dan Ternyata si cowo rese itu, siapa lagi kalau bukan Rendi. Dia menyuruh Candy untuk ngerjain tugas-tugasnya dia.
Rendi : Eh cewe rese. Gak lupa apa yang gue bilang tadi di sklhkan? Buat ngerjain tugas gue.
Candy : Apa lo gak liat, apa yang gue alamin barusan. Gue capek, gue mau istirahat. Masih aja lu suruh. Gak punya perasaan tau gak lu. (langsung menutup pintu kamarnya)
Rendi ; Eh Candy,Candy, tunggu. Woi buka pintunya. Bukan gitu maksudnya. Dengerin dulu, gue cuma mau liat kondisi lu aja. Masalah tugas itu, gue Cuma bercanda. Candy,! Yaudhlah, gue berusaha care sama lu ni.
Candy : Gue gak butuh perhatian lo. Gue gak butuh! Lo udah ngecewain gue
Rendi : maksudnya Can.? Ayolah buka dulu.
Candy : Bodo. Udah deh , sono pergi lu, gue mau sendiri dulu. Tinggalin gue dulu.
Rendi : Okey, klo mau lu gitu. Tapi lu nanti makan dulu ya, jangan sampai sakit.
Candy : Iya, bawel banget si lu. Udah sono ah, pergi dari depan pintu kamar gue.

*Rendi meninggalkan kamar Candy. Candy menangis di dalam kamarnya itu. “Kenapa si lo gak bisa ngertiin perasaan gue? Kenapa si lu? Udah seminggu gue ketemu, satu rumah sama lu. Tapi lu gak ada ramah-ramahnya sama sekali. Yang ada lu itu nyakitin perasaan gue. Udah gak kuat gue tinggal disini. Rasanya pengen banget balik ke kampung gue di Jogja, ketemu simbah,mama,adik,dll.”
Sudah beberapa jam Candy menyendiri di kamar. Dengan rasa gelisah dan khawatir, Rendi menghampiri lagi kamar Candy.
Rendi : Candy , keluar can, makan dulu. Lo tau kan disini Cuma ada gue, lo, dan bi ina. Nyokap sama bokap gue lagi keluar kota. Ayo dong, lo keluar, nanti sakit. Can.. Candy. !! Buka Pintunya,Klo lu gak buka siap-siap gue dobrak ya. Candy, cepetan buka. Ohh, nantangin. Beneran ya pintunya bakal gue dobrak ni dari luar. Gue itung yaa sampai 3…. Klo lu gak buka gue bakal dobrak.
*Enggak ada jawaban sama sekali dari kamar Candy, tanpa basa-basi, Rendi yg daritadi sudah khawatir. Langsung mendobrak pintu. Ternyata dari dalam. Terlihat Candy yang sudah lemah tak berdaya. Yang berlinangan air mata. Langsung Rendi berusaha menyadarkan Candy.
Rendi : Can, can. Bangun can, lo gak apa-apakan? Can, jangan bikin gue panik deh. Bangun.
*Candy yang berusaha pelan-pelan membuka matanya yang sudah sembap itu karena menangis, akhirnya bangun.
Candy : lo ngapain disini Ren?
Rendi : yang ada lo, gue khawatir banget lu kenapa-napa. Lu kenapa si? Gue heran, gak kaya biasanya lu happy. Yang selalu cerewet, rese, ngeselin, bawel. Dan sekarang lemah begini, gak ada tenaganya tau gak lu?
Candy : Gue gak apa-apa kok. Lo gak usah khawatirin gue. Tumben lu khawatirin gue? Biasanya juga enggak.
Rendi : Iya lah, gimana gak khawatir, gue kan sayang banget sama lu.?
Candy : hah? Gak salah denger tuh gue.? Tadi lo bilang apa?
Rendi : Klo gue sayang sama lu. Kenapa? Gak boleh?
Candy : enggak boleh kok, boleh.hahaha :D Ternyata diem-diem lu rese sama gue, dan cari masalah terus sama gue, terus dikasih hukuman. Karena lu mau berduaan yee, sama gue. Heheh:D (candanya)
Rendi : Ish lu yaa, masih sakit begini, masih sempet-sempetnya bercanda. Ni makan dulu, minum obat.  Biar cepet sembuh.
Candy : Yaudah sini, gue makan+minum. Sekarang lu baik ya sama gue. Asikkk:D
Rendi : Kenapa? Belum pernah disukain sama cowo yang kece+ganteng kaya gue ya?
Candy : Woooo. Muji tuh diri sendiri emang selalu berlebihan. Udah ah, canda mele gak aus.
Rendi : Aus, ya minumlah. Gampang toh :p
*Akhirnya sekarang Rendi dan Candy sudah dekat.
Candy : Eh Ren, btw itu si Clara kasian tau. Kenapa gak lu terima aja?
Rendi : Kan gue udah ada,?
Candy : Siapa?
Rendi : ya orangnya yang ada disamping gue sekarang (kode)
Candy : hem. Gue ? “keselek”
Rendi : wkwkwk :D iyaaa. Itu tau. Udah ah, lanjutin dulu dh makannya, Biar sehat.
Candy : Iya iyaaa. :p
*Telfon Rendi berdering, Ternyata mama yang telfon.
Mama : Ren, bilangin Candy hari sabtu ini dia bisa pulang lagi ke Jogja. Soalnya mau, diajak om-nya sekolah di luar negri.
Rendi : hah? Mendadak banget ma. Perasaan Candy baru kemarin sampai di Jakarta. Dan sekarang sudah mau pulang. Cepet banget mam.
Mama : Iya, mama juga baru dikabarin papah. Makanya mama langsung kasih tau ke kamu. Kamu tolong bilangin ke Candy ya. Oiya salam buat Candy. Jangan lupa kemasin pakaian ya. Daa, udah dulu ya Ren. Bye.

*Telfon terputus. Perasaan Rendi menjadi bersalah, karena tidak menyadari dari awal,sejak pertama mereka bertemu. Tidak seakrab seperti sekarang. Rendi takut, kalau Candy tidak akan kembali ke Jakarta. Rendi takut ditinggal oleh orang yang dia sayang sekarang. “Aduh Rendi, kenapa si pas lu deket kaya begini, baru sekarang, kenapa gak dari dulu. Dan kenapa secepat itu Candy bakal pulang lagi. Arghtt. Gak rela rasanya Candy Pergi. Tapi bagaimanapun juga Candy harus pulang dan melanjutkan sekolah di luar negri. Kuliah disana. Bakal lama bingit gue ketemu sama Candy. Masyaallah.”
Candy  : Telfon dari siapa Ren? (menyadarkan Rendi yang daritadi melamun)
Rendi : EMm, itu dari mama. Kata mama, kamu hari sabtu ini bakal pulang ke Jogja, dan Om kamu bakal sekolahin kamu di luar negri. Mungkin sampai kuliah nanti.
Candy : WOW. Amaz. !!! Impian gue yang udah lama.
Rendi : Can?
Candy : Ya, kenapa?
Rendi : Gue gak rela lo pergi, gue mau lu tetep tinggal disini.
Candy : Sebenernya gue juga sayang kok sama lu. Tapi gue juga mau meraih impian gue, buat ngelanjutin sekolah yg lebih tinggi. Itu impian gue.
Rendi : Lu gak bakal ngelupain guekan?
Candy : Iya,iya.
Rendi : Janji yaa.?
Candy : Iya rendi. Kan kita masih bisa calling-callingan.
Rendi : Iya si, tapi jauh ah,-_- bakal kangen ni kayanya.
Candy : Hahahah :D lebay deh ah :P

Yang tadinya Candy terpuruk, akhirnya jiwa Candy kembali lagi menjadi sumringah. Ya, seperti wajah Candy biasa yang selalu ceria.
Tidak lama kemudian hari yang dinantikan Candy pun tiba. Dan Hari itu juga adalah hari perpisahan Rendi dengan Candy. Sedih rasanya melepaskan orang yang kita sayangi. Ya, bagaimanapun juga, ini adalah keputusan yang sudah Candy tekadkan dari dulu. Perpisahan tiba di statisun kereta. Yang menghubungkan Antara Jakarta dengan Jogjakarta.
Rendi : Candy jangan lupa janji yg kemarin ya? (bisiknya)
Candy : Iya gak lupa kok. Oiya titip salam ya buat Rani sahabat gue, yang udah selalu setia sama gue. Bilang makasih udah mau nerima gue apa adanya. Oiya salam juga buat Genknya Clara, nanti gue bakal kangen sama kejailan+keisengan mereka yang buat ke gue. Titip salam yaa.
Rendi : Iya nanti bakal di salamin. Masa gak titip salam buat org yang disayang si,(kodelagi)
Candy : Ohahah :D iyadeh, titip salam juga buat Rendi orang yang dulu gue kira rese+songong, dan sekarang berubah menjadi org yg gue sayang. Salamin ya.
Rendi : Iya, kata Rendi. Hati-hati dijalan yaa.buat Candy.
Candy : Iyaa ,makasih.
Rendi : I love you can :* (bisiknya)
Candy : hehe, love you too. Bye. :* Oiya da, tante, om. Makasih udah jadi orangtuaku kedua di Jakarta ini. Makasih udah mau ngerawat aku disini Bakal kangen sama kalian semua. 
Om, Tante : Sampai jumpa Candy sayang, hati-hati yaaa.
*Tibalah saatnya kereta yang Candy naiki akan berangkat. DIsitulah Candy menemukan cintanya. Akhirnya mereka berdua menjalin cinta dengan jarak jauh. Biasa si sekarang kalau dibilang LDR’an. Hahah:D.

3 tahun kemudian Candy dan Rendy bertemu disuatu tempat yang cukup romantis. AKhirnya mereka bertemu juga setelah beberapa tahun tidak bertemu. Ya, kebahagian mereka pun sudah terasa lengkap. --------Happy Ending---------